Budaya Ranking dan Krisis Makna Pendidikan di Kalangan Peserta Didik

Oleh Petrus Orbiola Kelana, Siswa SMAS St. Gregorius Reo

Krisis makna ini terefleksi dengan sangat jelas dari bagaimana kawan kawan peserta didik
memandang proses pembelajaran harian. Fokus utama siswa kini sering kali bergeser dari
niat untuk “memahami ilmu” menjadi sekedar “mendapatkan nilai”. Hal ini memicu
persaingan tidak sehat yang dampaknya sangat terasa di lingkungan sekolah. Siswa tidak
lagi belajar untuk mendalami pengetahuan, melainkan demi angka tinggi yang terkadang
menumbuhkan sikap egois, iri hati, bahkan keinginan untuk menjatuhkan teman demi
mempertahankan posisi di ranking atas. Lingkungan belajar yang seharusnya penuh dengan
semangat kerja sama dan saling membantu, perlahan berubah menjadi arena kompetisi
yang penuh tekanan dan intimidasi psikologis.

Lebih jauh lagi, budaya ranking ini merusak hubungan sosial dan kesehatan emosional antar
peserta didik. Perbedaan perlakuan antara mereka yang berada di peringkat atas dan
peringkat bawah menciptakan jurang pemisah yang nyata. Siswa di peringkat bawah sering
kali merasa minder, rendah diri, dan kehilangan kepercayaan diri karena dianggap kurang
mampu secara intelektual. Di sisi lain, siswa yang selalu berada di puncak pun tidak luput
dari beban mereka mengalami kecemasan akademik yang berat karena tuntutan untuk
selalu mempertahankan posisinya. Kondisi ini sering kali mendorong perilaku tidak jujur.
Demi mendapatkan nilai tinggi, sebagian peserta didik terjebak dalam praktik kecurangan
seperti mencontek atau bekerja sama secara tidak etis saat ujian. Hal ini menunjukkan
bahwa budaya ranking telah menggeser nilai nilai kejujuran dan integritas yang seharusnya
menjadi ruh utama pendidikan.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More