Berkubang dalam Korupsi yang Membumi; Ketika Kejujuran Jadi Barang Langka di Indonesia

Oleh Ludofikus Arsenius Nanggur, Mahasiswa STIPAS St. Sirilus Ruteng

Adapun dalam praktik korupsi di Indonesia, kejujuran jadi barang langka akibat dari alasan yang saling berhubungan satu sama lain. Sehingga memudahkan korupsi mengakar kuat di Indonesia. Korupsi yang mengakar kuat di Indonesia dapat dilihat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini yang semakin membludak. Korupsi seakan dipandang sebagai norma yang legal dalam mencapai tujuan.

Langkanya praktik kejujuran di Indonesia, juga dimulai pada tingkat pendidikan seperti praktik mencontek dan juga prilaku plagiasi. Jikalau sikap ini terus dipupuk di lingkungan sekolah, besar kemungkinan akan menjalar ke dunia kerja. Adapun praktik korupsi di Indonesia juga disebabkan oleh ketegasan dari penegak hukum. Masih terdapat banyak kasus korupsi yang belum ditindaklanjuti, dibiarkan menjamur, hingga yang paling miris juga sanksi yang diberikan tidak setimpal dengan praktik yang dibuat. Hukum serasa tajam ke bawah tumpul ke atas.

Kasus korupsi yang mengakar kuat di Indonesia akibat minimnya nilai kejujuran, berakibat dari lingkungan ekonomi yang menyokong penuh tindakan korupsi. Hal ini kita lihat dalam praktik gratifikasi dan praktik nepotisme di kalangan penyelenggara negara Indonesia. Individu yang tidak jujur berpotensi diberikan intensif. Kasus korupsi juga sebenarnya memiliki alasan yang kuat akibat kurangnya pendidikan moral dan etika dalam diri koruptor. Etika dan moral yang tidak dipupuk dengan baik selain di lingkungan keluarga dan sekolah yang mengajarkan pentingnya nilai kejujuran sebagai nilai dasar, berakibat fatal pada maraknya kasus korupsi sebagai tindakan mencuri hak milik orang lain.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More