Kristus Yang Bangkit Mendahului Kita ke Galilea: Bangkit, Berjalan Bersama, dan Bersaksi (Mat. 28:7)

Surat Gembala Prapaskah/Paskah 2026 Uskup Labuan Bajo

Para Imam, Biarawan, Biarawati, umat beriman terkasih,

Pada pagi Paskah, para perempuan datang ke makam Yesus. Mereka menerima pesan mengejutkan: “Ia tidak ada di sini; Ia telah bangkit… Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia” (Mat 28:7).

Kristus yang bangkit tidak menunggu para murid datang kepada-Nya. Dia berjalan mendahului mereka ke Galilea. Dia membuka jalan bagi mereka. Dia menyiapkan ruang perjumpaan baru.Gagasan ini hendak menunjuk pada dinamika rahmat Allah. Allah selalu mengambil inisiatif lebih dahulu. Tradisi teologi menyebutnya gratia praeveniens—rahmat yang mendahului tanggapan manusia (Katekismus Gereja Katolik, 2001).Kristus yang bangkit berada di depan perjalanan umat-Nya. Dia hadir bahkan ketika manusia masih diliputi keraguan dan ketakutan (bdk. Yoh. 21:1–14).

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus yang Bangkit

Bagi para murid, Galilea bukan sekadar nama tempat.Di Galilea, Yesus pertama kali memanggil mereka. Galilea adalah ruang kehidupan sehari-hari. Di sana mereka bekerja, berjuang, dan membangun relasi. Ke Galilea, Dia mengundang mereka kembali setelah kebangkitan-Nya.Iman kristiani selalu kembali ke kehidupan nyata, suka cita dan harapan manusia (Gaudium et Spes, 1). Karena itu, GalileaPaskah adalah gerak sekaligus gambaran simbolik beragam ranah kehidupan.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More