Warga Dua Kecamatan di Pulau Longos Berkomitmen Jaga Satwa Komodo dan 57 Jenis Burung Langka

Eksklusif Laporan Wall Abulat  (Wartawan Florespos.net & Pojokbebas) dan Rikardus Nardin (Kontributor)

Pada tahun 2019 tim juga melakukan  pemantauan sarang burung  gosong dan sarang komodo  serta studi sosial.

Tim penelitian gabungan  menggunakan berbagai  metode seperti kamera jebak, transek, dan wawancara.

Ada pun hasil utama kegiatan di atas  menunjukkan bahwa  pada tahun 2020, Komodo (Varanus komodoensis) ditemukan di 6 titik dari 20 titik pengamatan di Pulau Longos, namun menghadapi beberapa tantangan antara lain.

Pertama,  Komodo ditemukan  di area  yang lebih sedikit dari survei sebelumnya di mana 8 titik pada tahun 2016, persaingan dengan anjing liar yang banyak terdapat di Pulau Longos diduga menjadi salah satu  penyebabnya.

Kedua, ditemukan sekitar  77 sarang burung gosong aktif maupun tidak aktif  di Pulau Longos , namun banyak sekali ditemukan keberadaan  jerat satwa  di sekitar sarang  tersebut yang dapat membahayakan  burung gosong (satwa mangsa komodo) serta komodo itu sendiri.

Ketiga, dari hasil wawancara warga Longos sudah  terbiasa dan bersedia hidup di Pulau yang sama dengan Komodo asalkan Komodo berada di lokasi  khusus yang  tidak terlalu dekat dengan kampung.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More