Usai Belajar di Jepang, Dua Orang Muda Paroki Wae Kajong Siap Jadi Agen Perubahan Desa dan Paroki

Laporan Wall Abulat (Jurnalis, Kolumnis dan Penulis Buku)

 

“Setelah belajar kepemimpinan selama 9 bulan di Asian Rural Institute Jepang, dua dua utusan ini kembali ke Paroki,” kata Romo Bernard.

Romo Bernard menjelaskan bahwa Asian Rural Institute merupakan lembaga belajar  untuk pemimpin pedesaan  untuk Asia dan Afrika dengan kurikulum belajar dengan melakukan  pemimpin pelayan dan foodlife (makan hidup).

“Dalam pelatihan ini para peserta dibekali dengan  berbagai pengetahuan  seperti masalah lingkungan, pertanian organik, ketahanan pangan,  masalah gender  serta berbagai masalah sosial, lingkungan dan pembangunan,” katanya.

Tidak hanya belajar dalam lingkungan Kampus, lanjut Romo Bernard, para peserta juga melakukan  trip ke beberapa tempat di Jepang untuk melakukan perbandingan  serta belajar langsung dari  masyarakat Jepang tentang berbagai isu.

Usai Belajar di Jepang, Dua Orang Muda Paroki Wae Kajong Siap Jadi Agen Perubahan Desa dan Paroki
Utusan Paroki Santa Maria Immaculata Wae Kajong Angela Biu (tengah) bersama beberapa perwakilan orang muda dari pelbagai negara mengikuti festival budaya Jepang. Foto: Dokumen Pribadi.
Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More