Silaturahmi Lintas Iman di Pangkal Pinang, Teguhkan Komitmen Merawat Kebhinekaan

Oleh Wall Abulat, Wartawan Pojokbebas.com

 

“Agama-agama dan kearifan lokal di setiap daerah sesungguhnya memiliki daya rekat yang sangat kuat. Jika kita memahaminya secara komprehensif, maka sisi sentripetal—yang menyatukan—akan jauh lebih kuat daripada sisi sentrifugal yang memisahkan,” ujar Romo Hendrik.

Ia menambahkan bahwa agama tidak boleh berhenti pada simbol dan identitas sempit.

“Agama harus dihidupi sebagai sumber nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan. Di situlah agama sungguh menjadi kekuatan pemersatu dalam masyarakat majemuk,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Bapak Firman menekankan bahwa kemajemukan merupakan kehendak ilahi yang harus disikapi dengan kesadaran iman yang dewasa.

“Kemajemukan adalah sunatullah. Allah sendirilah yang menciptakan kebhinekaan ini. Karena itu, sikap apresiatif terhadap perbedaan, saling menghormati, dan menjaga harmoni dalam kemajemukan bukan hanya kewajiban sosial, melainkan juga bagian dari ibadah,” tegasnya.

 

Sementara itu, Bapak Muhammad Kamil menggarisbawahi pentingnya ukhuwah insaniah atau persaudaraan kemanusiaan sebagai fondasi relasi antarumat beragama.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More