Meningkatnya Kasus Bunuh Diri di Nusa Tenggara Timur

Oleh Bernadina Igriani Jenaut, Mahasiswi STIPAS Santo Sirilus Ruteng

 

Hal yang perlu diingat:

  1. Bunuh diri biasanya terjadi karna kombinasi tekanan emosional, sosial, dan ekonomi bukan hanya satu faktor sederhana seperti masalah sekolah.
  2. Penanganan terbaik melalui dukungan dari keluarga, teman, guru, tenaga kesehatan dan profesional kesehatan mental.
  3. Jika kamu atau temanmu merasa tertekan, sedih berkepanjangan, atau punya pikiran yang membahayakan diri sendiri, sangat penting untuk segera berbicara dengan orang dewasa terpercaya seperti orang tua, guru, konselor sekolah, psikolog, atau tenaga kesehatan setempat.

 

Penutup

kasus bunuh diri di NTT harus menjadi peringatan serius bagi kita semua bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai masalah individu semata, melainkan persoalan bersama yang menyangkut kesejahteraan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan mental masyarakat. Upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu melalui penguatan layanan  kesehatan mental, perlindungan anak, ketepatan bantuan sosial, serta edukasi yang berkelanjutan, di lingkungan keluarga,sekolah,dan masyarakat.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More