Melalui Riset dan Pemberdayaan LNBM Konsisten Bangun Peradaban Manusia, Dari Manggarai untuk Indonesia dan Dunia
Penulis: Walburgus Abulat (Jurnalis Senior, Staf LNBM, dan Penulis Buku Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati)
Untuk menerjemahkan misi di atas, maka dalam 13 tahun usia lembaga ini, Direktur LNBM dan kru lembaga telah mengembangkan sedikitnya lima bidang riset yang tersebar pada delapan kabupaten/kota, yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kota Kupang, dan DKI Jakarta. Menariknya, lembaga ini bergerak dari pinggiran menuju pusat.
Pertama, riset budaya yang meliputi caci, lembaga adat, hukum adat dan ritus.
Kedua, riset bidang pariwisata: agrowisata dan destinasi wisata.
Ketiga, riset ekonomi yang meliputi koperasi, keuangan mikro, studi pembangunnan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Keempat, riset sumber daya manusia di antaranya kajian SDM Parumda dan riset tentang tenaga kerja makro kabupaten.
Kelima, riset karya sosial gereja dan implikasi terapannya di Keuskupan Ruteng, dan Keuskupan Labuan Bajo plus karya sosial Gereja mondial.
Untuk menyukseskan misi di atas dan agar terus menyalakan literasi riset ini, maka Direktur LNBM Kanisius Teobaldus Deki memperkuat personel lembaga yang berasal dari pelbagai profesi, di antaranya Rektor Emeritus Unika Santo Paulus Ruteng yang saat ini menjadi Uskup Keuskupan Labuan Bajo Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil, M.Si; Ketua Emeritus STFK/IFTK Ledalero Pater Dr. Hubertus Muda, SVD dan masih bisa dideretkan beberapa nama besar lainnya.