Kolangkaling Aren Kado KKN Mahasiswi Unika St.Paulus Ruteng
Tujuan pelatihan ini membantu para petani mudah mendapatkan pupuk di tengah kesulitan akibat kelangkaan stok pupuk dan harganya yang sulit dijangkau para petani di Desa.
“Bahan pembuatan pupuk bokasi organik diambil dari kotoran sapi, kerbau, babi, kambing, daun gamal dan daun census yang mudah ditemukan di lahan-lahan para petani”, ungkapnya.
Yasinta jelaskan, bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan gula pasir, air dan MP4 yang dibeli di toko. Setelah itu difermentasi selama 1-2 minggu agar mendapatkan hasil maksimal dan bisa dimanfaatkan para petani.
Program lainnya di bidang pendidikan. Mereka mengunjungi sekolah PAUD, SDK Roe dan SMP Negeri 2 Mbeliling.
“Kami ke sekolah-sekolah, kerja sama dengan guru-guru untuk pengembangan kurikulum sekolah”, ujarnya.
Selain itu melakukan pendampingan anak SD dalam kegiatan olahraga, senam pramuka, dan pendampingan belajar dan kegiatan liturgis di Gereja. *(Robert Perkasa)