Kasih sebuah Ekosistem: Aku, Sesamaku, Komunitasku, Alamku, dan Allahku
Oleh Rm. Inosensius Sutam
(b) mengasihi sesama seperti diri sendiri. Artinya (i) jika Allah ada dalam aku, maka aku juga hadir untuk yang lain sebagaimana Allah juga berada dalam sesamaku. (ii) kita adalah cerminan dari orang lain, aku adalah sesamaku, dan sesamaku adalah aku sendiri. (iii) Jika aku berada dalam kasih, maka ketika yang lain jatuh karena aku, maka aku sendirilah yang jatuh. Ketika saya membusukkan nama sesamaku, maka aku sendiri yang busuk. (iv) ketika saya mematikan sesamaku, maka aku sendiri yang akan mati.
Kasih adalah sebuah ekosistem hidup, Pesan bacaan hari ini adalah kasih
Pertama, kasih itu adalah sebuah jaringan, sebuah ekosistem yang dinamis, terbuka dan terus berkembang dengan titik awal dan akhir, pusat dan pinggirannya adalah Allah. Allah mencipta dan merawat semua ciptaan dan manusia. Karena itu Ia setia dan hadir. Ia mengutus PuteraNya yang menunjukkan bagaimana mengasihi secara penuh dan total sampai akhir.
Kedua, tanda kasih kita akan sesama dan Tuhan adalah menjadi pewarta Injil yang isinya adalah Yesus yang bangkit agar nama Tuhan dimuliakan dan sesama memperoleh kemuliaan dalam hidup kekal. Ketika menjadi pewarta kasih yang total ditunjukkan dengan (i) sikap setia dan sabar menanggung penderitaan seperti Paulus; (ii) tidak bersilat kata.