Kasih sebuah Ekosistem: Aku, Sesamaku, Komunitasku, Alamku, dan Allahku

Oleh Rm. Inosensius Sutam

(b) isi pewartaan adalah Yesus: turunan Daud (sisi manusiawi) dan bangkit dari antara orang mati (sisi ilahi).

(c) syarat-syarat seorang pewarta: (i) sabar menanggung penderitaan; (ii) bertekun dan setia; (iii) tidak bersilat kata yang tidak berguna dan mengacaukan; (iv) berkarya tanpa malu dan wartakan Sabda Kebenaran dengan terus terang.

(d) resiko sebagai pewarta adalah penderitaan dan dianggap sebagai penjahat; (e) agar orang-orang pilihan memperoleh keselamatan dan kemuliaan kekal.

Beberapa ungkapan yang menjadi kekuatan yang meneguhkan: (a) kita dibelenggu, tapi sabda Allah tidak terbelenggu; (b) jika kita mati bersama Kristus, maka kita hidup bersama Dia; (c) jika kita bertekun, maka kita akan memerintah bersama Dia; (d) jika kita tidak setia, Tuhan tetap setia, karena tidak bisa menyangkal diriNya.

Hukum yang Paling Utama

Allah itu setia dan lebih dulu mengasihi kita. Maka dalam bacaan Injil, Yesus menggarisbawahi hukum yang paling utama, yaitu hukum cinta kasih. (a) mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatan. Artinya (i) hati, jiwa, dan kekuatan (pengertian, fisik, pikiran, perasaan, kehendak) dipenuhi dengan kasih akan Allah. (ii) kasih akan Allah bersifat tunggal, penuh, dan tidak bercabang karena diawali dengan pengakuan tunggal bahwa Allah itu esa, tidak ada Allah lain. (iii) cara saya berada adalah cara Allah yang hadir dan hidup dalam aku.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More