Terkesan ada sebuah diskursus usang yang tak layak lagi diangkat untuk diperbincangkan secara luas sebagai sebuah masalah krusial pada era digital ini. Terasa tidak menarik lagi pada era ini bila kita masih berpikir bolak-balik dan berbicara lagi tentang rabun membaca yang perlu diwaspadai. Hilang waktu hingga menguras energi terhadap hal yang sudah tidak layak lagi diwaspadai. Apa yang semestinya diwaspadai sementara dunia secara global sudah berada di era digital? Tak ada yang terkena rabun membaca. Itulah secuil kesan di era digital ini. Semua sudah melek mata dan melek terhadap aksara. Sudah terandaikan bahwa membaca dengan pemahaman tidak menjadi persoalan yang perlu dikampanyekan. Dalam artian semua sudah sampai pada tingkat melek pengertian dan pemahaman. Kegiatan literasi menjadi sebuah keterampilan yang sudah mendarah daging bagi warga dunia digital. Kita sudah berada pada era digital dengan tawaran-tawaran yang memikat semangat untuk mencari tahu dan mempermudah kita bisa belajar mengenal aksara, mendapatkan informasi dan pengetahuan serta sudah sampai pada tingkat mendalami isi teks/wacana.