Kemenangan Roh yang Mengalirkan Damai Sejahtera
Pesan bacaan hari ini:
Pertama, perjalanan iman adalah sebuah proses atau ziarah rohani yang membutuhkan pendampingan dan peneguhan dalam Roh Kudus. Paulus mendampingi dan meneguhkan umat di Efesus dengan mencurahkan Roh Kudus. Dalam Roh, Yesus meneguhkan para rasul.
Kedua, iman dalam Yesus adalah cara hidup baru, yaitu berbahasa roh dan bernubuat. Berbahasa roh berarti melampaui bahasa manusia dan dunia; bernubuat berarti bersikap visioner dan missioner melepaskan diri dari kepentingan dunia kini dan di sini yang sering mencerai-beraikan manusia.
Ketiga, iman dan Roh dalam konteks nyata berarti kalahkan dunia standar rekonstruksi kapitalisme global dan budaya dan dunia khayalan konstruksi harapan infantil kita. Kedua dunia adalah produk rekonstruksi ekonomis (industri kapitalis), sosial, politik, historis, dan dengan cara tertentu agama. Iman berhadapan dengan hal yang sederhana di sekitar kita: makan, minum, pakaian, rumah, orang dekat kita dengan kata, tingkah lakunya, yang bisa menyenangkan atau mungkin melukai kita. Kita diberi standar oleh dunia sosial dan kultural kita tentang semua itu. Sementara itu dunia khayalan yang serba mewah seperti surga menempatkan kita sebagai pusat hidup. Di sinilah terjadi benturan yang membawa alienasi hidup. Dunia model ini mesti dikalahkan. Di sini berbahasa roh dan bernubuat menjadi penting, dan bisa diungkapkan secara langsung atau kiasan tergantung konteks nyata. Damai dan sejahtera datang dari sikap kritis spiritual dalam roh untuk menghancurkan dunia standar dan dunia khayalan infantil kita yang rapuh.