
Presiden Jokowi Mengecam Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Marcon
Hadir juga pada kesempatan itu adalah Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Sekretaris Umum Persekutuan Gereja Indonesia), Ignatius Kardinal Suharyo (Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia), Wisnu Bawa Tenaya (Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia), Arief Harsono (Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia), dan Xs. Budi Santoso Tanuwibowo (Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia).
Menurut Presiden pernyataan Emmanues Marcon bisa menyebabkan perpecahan persatuan antarumat beragama di dunia saai ini. Saat dimana persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19 sangat diperlukan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden setelah mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para perwakilan antarumat beragama di Indonesia, juga para menteri terkait. Pertemuan ini memang ditujukan untuk membahas perkembangan dunia terkait dengan persaudaraan antarumat beragama.
Sebelum menyampaikan pernyataan kecaman, Presiden bersama dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga telah melakukan pertemuan dan diskusi bersama perwakilan antarumat beragama, yakni H. Helmy Faishal (Sekjen PB Nahdlatul Ulama), K.H. Muhyiddin Junaidi (Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia), dan H. Anwar Abbas (Ketua PP Muhammadiyah).