
Vivat Internasional New York dan Pemimpin Tertinggi SSpS di Roma Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Pejuang Kemanusiaan Suster Eustochia, SSpS
Sementara Perwakilan TRUK-F, Heni Hungan dalam sambutannya antara lain menyatakan kesiapan seluruh kru TRUK-F untuk melanjutkan semua perjuangan Suster Esto dalam upaya memperjuangkan keadilan dan
kebenaran bagi para perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan, korban perdagangan orang, dan perlakuan ketidakadilan lainnya.

Kesiapan serupa disampaikan Ketua Lembaga Advokasi dan Pendidikan Kritis (Ba’Pikir) Maumere, John Bala yang ditemui media ini di sela-sela perayaan ekaristi Requiem Suster Esto. “Kami siap bersatu mendukung segala perjuangan TRUK-F dan melanjutkan karya Suster Esto,” kata John Bala.
Hal serupa disampaikan Ketua Forum Peduli Atas Situasi Negara (Petasan) Kabupaten Sikka, Siflan Angi. “Petasan dan elemen warga lainnya siap mendukung TRUK-F dalam upaya melanjutkan perjuangan
Suster Esto,” kata Siflan Angi.
Diberitakan media ini sebelumnya, Koordinator Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), Suster Eustochia Monika Nata, SSpS meninggal dunia di RS Santo Gabriel Kewapante, Kabupaten Sikka pada
Senin 8 November 2021 pukul 02.15 Wita. Selama hidupnya, Suster Esto demikian Suster Eustochia, SSpS pernah menjalani beberapa profesi di antaranya sebagai Guru di beberapa sekolah di Maumere di antaranya SPG Bhaktyarsa Maumere dan menjadi Kepala Sekolah lembaga pendidikan calon guru itu selama 1980 hingga 1988, Pemimpin Postulan dan Novis SSpS di Hokeng, Flores Timur tahun 1988-1996; Pemimpin Komunitas Kongregasi SSpS Kewapante 1996-2002; dan sejak tahun 1997 hingga saat ini menjadi Koordinator Divisi Perempuan Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F).