
Vivat Internasional New York dan Pemimpin Tertinggi SSpS di Roma Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Pejuang Kemanusiaan Suster Eustochia, SSpS
Untuk mengobarkan semangat elemen warga, Suster Inez dari atas mimbar mengutip Kahlil Gibran yang antara lain mengajak elemen warga untuk melawan ketidakadilan, bahkan bila perlu menantang peluru.

“Marilah saudara-saudariku. Tegarkanlah hatimu setegar menara menantang prahara. Marilah kita berdiri laksana prajurit-prajurit gagah perkasa melawan musuh dan menantang peluru. Jika kita terbunuh, kita akan mati sebagai martir. Dan jika kita menang, kita akan hidup sebagai pahlawan. Menghadap rintangan dan kesulitan itu lebih mulai daripada kembali kepada ketenteraman.”
Suster Inez juga meminta jajaran TRUK-F agar kepergian Suster Esto menjadi momen untuk bangkit, bersuka cita yang membakar semangat dan daya juang untuk semua pihak, untuk meneruskan perjuangannya membela keadilan dan kebenaran, memperjuangkan hak-hak hidup bagi siapa saja.
“Momen ini juga menaruh bara api yang menyulut semangat dan keberanian Suster Fransiska dan teman-teman di TRUK-F bahwa perjuanganmu untuk membela keadilan dan kebenaran tidak berhenti sampai di sini,tetapi justru kepergian pahlawanmu membesarkan hatimu untuk meneruskan perjuangan ini dengan gagah berani,” pinta Suster Inez.