Uskup Sipri Minta Umat Lanjutkan, Perjuangkan, dan Hidupkan Kembali Talenta Romo John Samur

Banyak dari kita tahu: di mana Rm John berkarya, di situ berdiri bangunan, tumbuh komunitas, dan lahir harapan. Ia tidak pernah duduk diam. Ia seperti hamba dalam Injil yang “segera pergi dan menjalankan talenta itu”. Ia percaya bahwa setiap kepercayaan yang Tuhan berikan harus digunakan, dikembangkan, diserahkan kembali.
Dan inilah yang paling indah dalam Injil:
Hamba-hamba yang setia mengembalikan semua talenta itu kepada Tuhan. Mereka tidak memakai untuk diri sendiri. Tidak ada bagian untuk mereka.
Demikianlah Rm John.
Seluruh hidupnya ia kembalikan.
Seluruh karya, bangunan, paroki, sekolah, pelayanan—semua ia letakkan kembali di tangan Tuhan.
Dan ketika tubuhnya mulai koyak, ketika ia tak lagi bisa mengajar, membangun, memimpin, atau berjalan, ia tetap setia dengan talenta terakhir yang Tuhan berikan: penderitaan.
Penderitaan adalah talenta yang paling berat, tetapi ia juga mengembalikannya dengan setia.
Sampai akhirnya, Tuhan berkata kepadanya:
“Baik sekali perbuatanmu itu, hambaku yang baik dan setia.