Uskup Sipri Minta Umat Lanjutkan, Perjuangkan, dan Hidupkan Kembali Talenta Romo John Samur

Dan itulah yang menyentuh saya: ia menyiapkan diri untuk berpamitan.

Belakangan saya mendengar dari suster dan keluarga bahwa sejak pagi ia sudah bersiap. Ia tahu ia akan dikunjungi. Ia tahu ia sedang berjalan menuju hal yang lebih besar. Dan setelah saya pulang, saya meminta Pater Vikjen dan Rm Pepy untuk mengunjunginya. Lawatan para imam itu menjadi pertemuan terakhir sebelum ia memasuki perjalanan abadi.

“Tuhan akan menyediakan perjamuan… dan menghapus air mata.” (Yes 25:6-9)

Bacaan pertama yang kita dengar hari ini dari Yesaya sungguh luar biasa indah:

“Tuhan menyediakan perjamuan dengan masakan bergemuk dan anggur tua.

Ia akan mengoyakkan kain perkabungan dan menghapus air mata dari setiap muka.”

Yesaya menggambarkan surga bukan sebagai tempat sunyi, tetapi sebagai meja makan, sebagai perjamuan besar, sebagai tempat di mana Allah sendiri menyiapkan hidangan dan menghapus air mata kita satu per satu.

Ini sangat unik:

maut tidak dikalahkan dengan perang,

tetapi dengan undangan makan.

Dengan kedekatan.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More