Uskup Ruteng: Festival Golo Koe Bukan Pesta Orang Berduit Tapi Pesta Rakyat

Mari kita jaga dan kita rawat bumi Congkasae Manggarai dengan segala yang hidup dan berteriak di dalamnya. Tanah Nuca Lale ini adalah rumah kita bersama”, ajaknya.

Uskup menambahkan, melalui kemolekan alam, kita menemukan dan merasakan kehadiran Sang Khalik pencipta segalanya.

Pariwisata sesungguhnya, ziarah mengendus jejak Allah dalam keindahan  dan ciptaan, dalam perjumpaan sukacita anak manusia.

“Mari kita bergembira ria dalam pekan festival ini. Labuan Bajo ini adalah milik kita semua. Tempat indah ini adalah “tana kuni agu kalo” (tanah tumpah darah) kita semua. Mari kita sujud tunduk menyembahnya. Terima kasih Tuhan. Engkau menciptakan Labuan Bajo tatkala Engkau sedang tersenyum.  Selamat bersuka cita dalam festival Golo Koe Labuan Bajo. Mari kita rayakan peristiwa pariwisata holistik  berpartisipasi, berbudaya dan berkelanjutan. Tuhan memberkati kita. God bless you. Mori sembeng. *(Robert Perkasa)

BACA JUGA:
Bupati Mabar Edistasius Endi: Labuan Bajo Terbuka Untuk Nagekeo
Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More