Trias Politica Plus Pers Pilar Keempat Demokrasi, Antara Harapan dan Kenyataan
Oleh Walburgus Abulat (Jurnalis Pojokbebas.com, dan Kolumnis di Pelbagai Media)
Terkait kutipan di atas, Paul Budi Kleden menyentil bagaimana pandangan seorang warga Pulau Flores mengenai bencana gempa bumi yang melanda Sumatera Barat sangat ditentukan oleh pemberitaan. “Dia tidak dapat membuat cross check atau membuat pertimbangan kritis untuk setiap detail. Sebab itu, kesalahan pemberitaan, entah disengaja atau tidak akan mempunyai pengaruh besar dan lama pada konsep dan gembarannya mengenai realitas tersebut,” tulis Paul Budi Kleden.
Paul Budi Kleden menyebut ada dua konsekuensi dari pandangan di atas (Jonas, 2016:xii).
Pertama, lebih daripada waktu-waktu sebelumnya, dewasa ini dituntut tanggung jawab yang besar dari pada penyelenggara media. Peran dominan dan signifikan dari media dalam kehidupan manusia (post) modern sejatinya diimbangi dengan kesadaran dan tanggung jawab yang memadai. Kesadaran itu tercermin dalam pemberitaan yang sejauh mungkin menuju pada realitas. Rujukan pada realitas memiliki makna ganda. Di satu pihak media massa membawa realitas ke dalam kehidupan pembaca dan pemirsa. Melalui medis massa realitas yang jauh didekatkan, yang asing diperkenalkan, yang samar-samar diperjelas. Di sini kita berbicara mengenai dimensi informatif dari media massa. Media massa memperantarai realitas agar menjadi bagian dari kehidupan seseorang.