Trias Politica Plus Pers Pilar Keempat Demokrasi, Antara Harapan dan Kenyataan
Oleh Walburgus Abulat (Jurnalis Pojokbebas.com, dan Kolumnis di Pelbagai Media)
Harus Berpijak pada Realitas Sosial
Sejalan dengan keberadaan pers sebagai pilar keempat demokrasi dan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang kebebasan pers, maka pada tataran konsep dan praktik, ada banyak pemerhati media selalu memberikan catatan kritis terkait peran media dan panggilan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi.
Salah seorang pemerhati media yang juga penulis dan akademisi dan saat ini mengemban tugas sebagai Superior General SVD yang berkedudukan di Roma, Italia, Dr. Paul Budi Kleden dalam kata pengantar berjudul “Media Massa, Mediator, dan Konstruktor Realitas” untuk buku berjudul Media dan Realitas Sosial yang ditulis Dr. Jonas Klemens G.D. Gobang (Jonas,2012:xii-xiii) menggarisbawahi bahwa media massa tidak hanya memediasi kita dengan realitas.
Paul Budi Kleden dalam tulisannya menyebutkan bahwa peran media lebih dari sekadar memediasi kita dengan realitas karena apa yang ditayangkan melalui televisi, disiarkan melalui radio, dan ditulis di koran mengonstruksi realitas. Media massa mengonstruksi kenyataan. “Karena ketergantungan pada media massa dalam banyak kasus adalah kepercayaan total, maka apa dan konsep tentang sebuah realitas ditentukan sepenuhnya oleh apa yang kita baca dan lihat,” tulis Paul Budi Kleden.