
Simfoni dari Pinggiran; Menemukan Tuhan dalam Syair dan Sunyi
Menyelami Makna Rohani dalam Album 10 Lagu Hits Sr. Lucia, CIJ
Musik sebagai Terapi dan Liturgi Alternatif
Dalam konteks pastoral, lagu-lagu Sr. Lucia berfungsi ganda: sebagai doa dan terapi rohani. Bagi ODGJ, menyanyi adalah bentuk ekspresi iman yang otentik, ketika kata-kata lisani gagal menjangkau isi jiwa. Sr. Lucia menciptakan ruang liturgis baru—bukan di altar katedral, tetapi di ruang pemulihan jiwa. Ini adalah bentuk pastoral kreatif yang menjembatani teologi dan psikologi, iman dan luka.
Teologi dari Pinggiran
Apa yang dilakukan Sr. Lucia, CIJ adalah bentuk “teologi dari pinggiran”: iman yang lahir dari tempat yang kotor, sepi, dan tidak dianggap. Ia membuktikan bahwa suara-suara dari pinggir justru yang paling mengeskpresikan iman. Bahwa kasih sejati tidak bersuara dari atas mimbar, tapi dari tempat tidur panti dan lantunan lagu yang lirih namun dalam.
Syair-syairnya mengajak kita kembali bertanya: Di mana Tuhan hadir? Jawabannya sederhana namun mengguncang—di tempat yang kita anggap paling sunyi. Simfoni dari pinggiran ini menyanyikan belas kasihan, tetapi nyanyian kekuatan: dari mereka yang terluka, namun tetap percaya bahwa kasih Allah tak pernah meninggalkan mereka.***