Sikap Mencederai Profesi Terhormat Advokat
(Tanggapan terhadap Opini Dominikus Darus, SH)
Oleh Vitalis Jenarus, SH., Sekjen Famara
TULISAN ini hanya merespon alakadarnya terhadap opini rekan Dominikus Darus, SH. pada Media Online Pojokbebas.com dengan judul Mahasiswa Lapori Nuel ke Bareskrim Polri Melalui Famara, tanggal 18 juni 2020. Saya memanggilnya “rekan” karena dalam tulisan tersebut Dominikus Darus, SH. dibelakang namanya ditulis advokat, di mana profesi tersebut sama dengan yang saya jalani sejak tahun 2006 sampai dengan sekarang ini -dua tahun masa magang dan tahun 2008, lalu diangkat sumpah menjadi advokat.
Dan tentunya dasar hukum seseorang menjadi advokat telah diatur secara limitatif dalam Undang-undang No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat. Dan seiring dengan itu secara internal Organisasi Advokat dalam hal ini Perhimpunan Advokat Indonesia memiliki landasan etik yang harus dipatuhi advokat dalam menjalankan tugasnya.
Setelah membaca tulisan Rekan Dominikus Darus, SH. di atas, saya tidak terlalu sulit mencernanya, karena kedalaman makna tulisan sangat mudah diukur. Tidak seperti tulisan seorang advokat yang sarat dengan kutipan pasal dan ayat dari peraturan perundang-undangan yang ada kaitan dengan pokok-pokok pikirannya.