
Pengkhianat Kemerdekaan: Rekrutmen Koruptor
Oleh Gebrile Mikael Mareska Udu, Mahasiswa Universitas Sanata Dharma
KETIKA negara tercinta ini belum usai merayakan kemerdekaan di bulan yang berahmat ini, publik digemparkan dengan berita memalukan. Rekrutmen baru bapak Presiden terjerat kasus korupsi dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK, Rabu (20/8/2025) malam. Bapak Imanuel Ebenezer yang adalah Wakil Menteri Ketenagakerjaan merupakan anggota kabinet pertama yang jatuh pada dosa politik itu. Lantas pikiran publik menjadi serba galau, nalar jadi tawar, kesadaran semakin merangkak dan nurani kian dinistakan pasca ulang tahun kemerdekaan. Inikah yang disebut pengkhianat kemerdekaan?
Sejatinya kasus korupsi bukan masalah baru bagi bangsa ini. Koruptor telah menjadi kutu, kuman, hama dan “tikus” yang kerap menghiasi demokrasi kita. Cita-cita reformasi untuk memberantas praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) hanyalah slogan yang tak pernah tercapai maksimal. Berbagai cara telah dilakukan untuk mengentaskan kejahatan ini namun para pelaku belum menunjukkan efek jera. Apalagi banyak modus yang dilakukan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya. Boleh jadi ia bersembunyi di balik percaturan politik balas budi.