Pariwisata Labuan Bajo Harus Menjadi Jantung Bagi Para UMKM

Shana mengharapkan dengan pelatihan itu akan  menciptakan dan melahirkan pengusaha lokal yang mumpuni di industri kuliner. Untuk hal itu, BOPLBF akan terus mendampingi, janji Shana

Selain Shana, Kepala Seksi Alkes Bidang Sumber Daya Kesehatan Dafrosa Mariana Wela Pau, S.Si.Apt, menjelaskan  pentingnya mencantumkan nomor dan sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PPIRT) untuk para pelaku kuliner di Kabupaten Manggarai Barat.

“Selain brand yang kuat dan packaging yang menarik,  katanya, nomor dan sertifikasi PPIRT juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan para pelaku kuliner di Manggarai Barat. Ini penting, ia menegaskan, sehingga menjamin keberlangsungan para pelaku kuliner untuk terus mengembangkan usaha kulinernya terutama bisa mempermudah mereka untuk memasarkan produknya di swalayan atau toko-toko besar,” Ungkap Dafrosa.

Dafrosa menembahkan   untuk mengurus PPIRT tidak dipungut biaya dan tidak butuh persyaratan yang rumit seperti persyaratan bahwa produsen harus memiliki alat produksi yang canggih, karena PPIRT lebih kepada jaminan sertifikasi bagi industri rumah tangga.

BACA JUGA:
Skema Monopoli Bisnis Pariwisata Secara Eksklusif Menghancurkan TN Komodo
Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More