Napak Tilas Gereja Tua Lengko Ajang: Butuh Kolaborasi Bersama untuk Merawatnya

Oleh Walburgus Abulat (Jurnalis, Penulis Buku Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati, dan Buku Emas Paroki Thomas Morus Keuskupan Maumere)

Semoga aneka pertanyaan ini memantik elemen warga, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur, dan Keuskupan Ruteng untuk memulai langkah konkret merawat dan melestarikan Gereja Tua Lengko Ajang menjelang usia satu abad pada tahun 2027.

Langkah konkret sangat dibutuhkan agar momen berahmat satu abad Paroki/Gereja Tua Lengko Ajang tidak sekadar lip service atau ungkapan pemulut manis belaka.

Kita  butuh langkah konkret untuk merawat, dan melestarikan  gedung gereja tua ini secara konkret dan pada saatnya bangunan ini kembali menjadi rumah Tuhan yang aman dan nyaman bagi siapa saja yang bernaung di  bawahnya.

 

Harapan dan Apresiasi Warga Net

Penulis menyambangi Gereja Tua Santa Theresia Lengko Ajang ini pada Minggu 5 Oktober 2025. Pada kesempatan itu saya melihat dari dekat kondisi gereja tua ini yang secara fisik bangunannya sudah mulai rusak.

Penulis pun berkesempatan mengambil video/podcast  kondisi bangunan gereja ini dan diposting di laman facebook pada Senin 6 Oktober 2025.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More