Napak Tilas Gereja Tua Lengko Ajang: Butuh Kolaborasi Bersama untuk Merawatnya
Oleh Walburgus Abulat (Jurnalis, Penulis Buku Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati, dan Buku Emas Paroki Thomas Morus Keuskupan Maumere)
Vincent Ermach menulis “kalau boleh gereja ini arsitekturnya tetap dipertahankan, tinggal pemugaran saja.”
Apresiasi dari Warga Dunia
Bangunan Gereja Tua yang memiliki 5 candi Santa Theresia Lengko Ajang yang eksotis ini membuat warga dunia jatuh cinta sehingga mereka secara terang-terangan mengagumi bangunan bersejarah itu, dan memberikan apresiasi.
Kekaguman mereka disampaikan tatkala penulis mengunggah beberapa foto Gereja Tua ini di pelbagai laman media sosial (Medsos) termasuk facebook dan WhatsApp (WA) dalam dua tahun terakir, terbaru pada Senin 6 Oktober 2025
Mery Catryn warga Amerika Serikat dalam japri via WA setelah menyaksikan foto-foto Gereja Tua Lengko Ajang melalui WA yang diunggah penulis, memberikan komentar “This church has high artistic value. It’s a religious tourist attraction that can make every tourist or visitor who comes in awe of the history and beauty of its architecture” yang artinya “Gereja ini memiliki nilai seni tinggi. Gereja ini menjadi objek wisata religi yang bisa membuat setiap pengunjung yang datang berdecak kagum akan sejarah dan keindahan arsitekturnya.”