Mbetung dan Tinding, Bunyi Penjaga Budaya Manggarai
Oleh Karolus Budiman Jama, Dosen Seni FKIP Undana
Namun, mbetung dan tinding tidak berhenti pada fungsi hiburan semata. Keduanya juga berperan sebagai wahana transmisi nilai dan pengetahuan kultural. Melalui proses bermain dan mendengar, generasi muda belajar tentang ritme, kesabaran, keterampilan tangan, serta relasi harmonis dengan alam. Dengan demikian, alat musik ini menjadi medium pendidikan kultural yang bekerja secara informal, tetapi efektif dalam menjaga kesinambungan tradisi.
Lebih dari sekadar medium ekspresi estetik, mbetung dan tinding merupakan penanda ingatan kolektif etnik Manggarai. Bunyi yang dihasilkan mampu menghadirkan kembali pengalaman masa lalu ke dalam kesadaran masa kini. Mendengar mbetung dan tinding berarti membuka ruang ingatan tentang ladang, padang penggembalaan, dan kehidupan komunal yang sederhana namun bermakna. Di sanalah kecerdasan kultural etnik Manggarai—yang bertumbuh dari relasi intim dengan alam—menyuarakan keberlanjutannya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Mbetung dan Tinding dalam Diskusi Penggolongan Alat Musik serta Penamaan