Makna Filosofis dan Politis Natal: Allah-Yang-Menjadi-Manusia

Oleh Dr. Fitzerald Kennedy Sitorus, Dosen Filsafat Universitas Pelita Harapan Karawaci, Tangerang. Lulusan Goethe-Universitat Frankfurt, Jerman.

Ibadah Natal yang sesungguhnya bukanlah ibadah di mana jemaat diam tenang menikmati kedamaian tanpa terganggu oleh situasi kemanusiaan di sekitarnya. Ibadah Natal justru harus menyadarkan kita betapa masih banyak manusia yang hak-haknya belum dihormati. Belum diperlakukan sebagai mahluk yang mengandung kualitas Ilahi dalam dirinya. Gereja harusnya menyadari tugas dan tanggung jawab ini. Dan ini harusnya diingatkan dan disuarakan setiap gereja merayakan Natal. Itulah kristologi gereja masa kini, sebagaimana dulu disuarakan Küng.

Selamat Natal***

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More