Makna Filosofis dan Politis Natal: Allah-Yang-Menjadi-Manusia

Oleh Dr. Fitzerald Kennedy Sitorus, Dosen Filsafat Universitas Pelita Harapan Karawaci, Tangerang. Lulusan Goethe-Universitat Frankfurt, Jerman.

Hans Küng menguraikan tema ini dalam bukunya Menschwerdung Gottes (Allah yang Menjadi-Manusia), diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi: The Incarnation of God. An Introduction to Hegel`s Theological Thought as Prolegomena to a Future Christology. Frase „Kristologi di masa depan“ ini sangat tepat kalau kita nanti melihat makna filosofis Natal dalam filsafat Hegel.

Karena itu pemahaman yang benar (konkret) mengenai Allah bukanlah pemahaman yang melihat Allah sama sekali abstrak, terasing dari dunia ini. Itu adalah konsep Allah dalam tradisi Yahudi, menurut Hegel. Dalam konsepsi tersebut, Allah dilihat saling terasing dengan manusia: Allah dan manusia beroposisi.

Hegel mengatakan, pemahaman yang benar mengenai Allah adalah pemahaman yang sekaligus merangkum dunia dan segala isinya dalam konsep Allah itu. Allah yang konkret adalah Allah plus dunia, plus manusia. Kalau kita menyebut Allah maka dalam kata Allah itu harus juga sekaligus dipahami dunia dan segala isinya, termasuk manusia. Semua itu terangkum dalam konsep Allah. Karena semua itu tidak lain dari negasi diri atau (dalam bahasa agama) ciptaan Allah.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More