
Lamentasi Affan
Oleh Gerard N. Bibang, alumnus IFTK Ledalero, pernah bekerja di Deutsche Welle di Koeln dan Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum, sekarang tinggal di Jakarta.
Di panggung negeri ini
Tipu-tapu dan omon-omon adalah harga mati
Keutamaan dan nilai tiada lebih seperti ta’i
Syahroni menjelma Syahrini bola-bale saling tukar
Mana jantan dan betina tiada berbatas
Mana pengkhianat mana pahlawan tiada berjenjang
Affan pergi meninggalkan pedih
Kontrakan sempit berukuran 3 x 11 meter menjadi saksi
Negeri ini kehilangan nurani
Begitulah ketika tipu tapu dan omon-omon bertaburan di antara kata-kata manis
Manakah mereka yang paling kau benci, yang tampak suci
Berkacalah di cermin sunyi
Semoga bukan wajahmu sendiri

Pola tingkah laku dan nafsu mereka
Membanjiri layar maya, siang dan malam
Berapakah jumlah mereka
Susah membayangkannya
Bahwa masih ada yang bukan omon-omon sana sini
Sangat sulit bagaikan mencari jarum patah di pasir pesisir pantai
Affan pergi dan negeri ini masih terus hahahihi
Kau dan aku hanya menunggu takdir
Tidak ada yang mustahil bagi mereka-mereka
Yaitu manusia-manusia yang memperlakukan kepalsuan sebagai kebenaran