Kristus: Raja yang Tersalib Dan Relevansinya Bagi Dunia Masa Kin
Oleh: Arnoldus Nggorong
Kedua. Jika “seorang” Allah, Raja semesta alam, yang memiliki kekuasaan yang tidak terbatas dengan keagungan, kemuliaan, yang tiada taranya, merendahkan diri sehina-hinanya, adakah alasan yang adekuat untuk menyombongkan diri dengan kekuasaan yang sementara itu, dan lebih-lebih lagi mengorbankan orang lain hanya untuk mempertahankan kekuasaan?
Ketiga. Bila Yesus adalah Allah, mengapa Dia mencari tempat yang sunyi untuk berdoa kepada Allah (Mrk. 1:35; Luk.4:42), bahkan semalam-malaman Dia berdoa? (Luk. 6:12). Bukankah tindakan itu hanya dilakukan oleh makhluk yang terbatas, yang disebut manusia, ditujukan kepada “Yang Tidak Terbatas”, yang dinamakan Allah?
Dunia Yang Terluka
Dokumen Kapitel General Serikat Sabda Allah (SVD) ke-19 mencantumkan 5 jenis luka baik secara pribadi, komunal, maupun global seperti dikutip Pater Anthony De Luc,SVD dalam makalahnya “Komunikasi Sosial Dalam Sebuah Dunia Yang Terluka”. Luka-luka tersebut adalah luka sosial dan budaya, luka ekonomi dan politik, luka fisik dan psikologis, luka lingkungan, dan luka-luka dalam Gereja.