Kristus: Raja yang Tersalib Dan Relevansinya Bagi Dunia Masa Kin

Oleh: Arnoldus Nggorong

Dengan melihat peristiwa kelahiran Yesus, gambaran tentang Yesus, Raja yang tersalib sudah terpampang dengan cukup jelas. Deskripsi itu menyata dalam nubuat Simeon ketika Yesus dibawa oleh Yosep dan Maria untuk dipersembahkan dalam bait Allah. Sambil menatang bayi Yesus, Simeon berkata: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan.”

Biarpun Yesus mengalami masa-masa yang menggembirakan (masa kemuliaan) dan terakhir Dia disambut sebagai Raja secara meriah ketika memasuki kota Yerusalem, namun kalau melihat seluruh perjalanan hidup-Nya seturut keempat injil: Matius, Markus, Lukas, Yohanes, sesungguhnya Yesus lebih banyak mengalami peristiwa salib. Puncaknya adalah kematian-Nya yang memilukan di Golgota (Lihat tulisan saya, Salib: Dari Penghinaan Menuju Kemuliaan, Poskupang.com 29/3/2024).

Bertolak dari penjelasan di atas, dapat dikatakan, Yesus adalah Raja yang berbeda dengan raja-raja duniawi. Jika raja-raja duniawi memerintah dengan kekuasaan, ‘tangan besi’, Yesus memerintah dengan kasih. Jika raja-raja duniawi diterima secara meriah dengan pagar betis dan dikalungi selendang, Yesus hanya disambut oleh orang-orang sakit, orang lumpuh, orang miskin dan sederhana. Apabila raja-raja duniawi bermahkotakan emas di kepalanya (bdk. 2 Sam12:30), Yesus justru dimahkotai duri (Yoh. 19:2-3). Jika raja-raja duniawi dikawal oleh prajurit lengkap dengan senjata, Yesus hanya dikawal oleh duabelas murid dari kelompok sosial terendah.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More