Kristus: Raja yang Tersalib Dan Relevansinya Bagi Dunia Masa Kin

Oleh: Arnoldus Nggorong

Raja yang juga tak kalah kejamnya adalah Herodes Antipas. Dialah yang memenggal kepala Yohanes Pembaptis atas permintaan istrinya lewat anak perempuannya Herodias lantaran ingin menjaga gengsi di depan para tamu yang hadir pada saat pesta ulang tahunnya (Lih. Mat. 14:1-12; Mrk. 6:14-29). Dia juga yang ikut serta dalam proses pengadilan terhadap Yesus dan bersama dengan pasukannya menista, mengolok-olok serta mengenakan jubah kebesaran kepada Yesus (Lih. Luk. 23:7-11).

Raja yang Tersalib

Kalau dicermati secara saksama, sesungguhnya gambaran tentang Kristus sebagai Raja yang tersalib sudah tampak dalam kisah kelahiran-Nya. Di satu pihak, tentang Yesus telah diramalkan oleh Nabi Yesaya. Pada waktu kelahiran-Nya, Raja Damai, yang dinubuatkan Yesaya, dengan sendirinya menunjuk kepada Yesus (bdk. Yes. 9:1-6).

Di pihak lain, Yesus tidak lahir dalam kemewahan sebagaimana layaknya seorang anak raja. Justru sebaliknya Dia lahir di kandang hewan (bdk. Luk. 2:7). Yesus lahir dalam kondisi yang sangat memprihatinkan (Lihat tulisan saya, Natal: Pemiskinan Diri Seorang Allah Paling Radikal, FloresPos.Net 24/12/2024). Malah pada waktu Yesus masih dalam rahim Maria, ibu-Nya, Dia sudah merasakan salib di mana cibiran, hinaan, gosip yang dialami Maria karena mengandung tanpa suami, tanpa persetubuhan (bdk. Mat. 1:18-20).

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More