Kristus: Raja yang Tersalib Dan Relevansinya Bagi Dunia Masa Kin

Oleh: Arnoldus Nggorong

Makna dan Relevansinya

Kristus, Raja yang tersalib menemukan makna dan relevansinya dalam kondisi dunia yang sedang terluka saat ini. Pertama. Sebab Kristus datang dengan pendekatan kasih yang menawarkan pemaafan dan pengampunan. Dia tidak memberi ruang pada egoisme, kebencian, dendam dan permusuhan. Dia hadir sebagai Raja yang membawa damai.

Kedua. Kristus bukan seorang pemimpin yang retoris, yang piawai dalam kata-kata. Dia menghidupi apa yang dikatakan-Nya. Pewartaan-Nya berdaya, berwibawa karena ada kesesuaian antara ucapan dan tindakan, kata dan perbuatan. Itulah kebenaran yang diwartakan-Nya dan kebenaran itu jualah yang menjadi alasan sekaligus tujuan kedatangan-Nya ke dunia ini (Bdk. 18:37). Dengan formula yang refleksif-injili, seluruh hidup-Nya adalah kebenaran (bdk. Yoh. 14:6). Sebab kemerdekaan itu yang memerdekaan orang-orang yang percaya pada-Nya (bdk. Yoh. 8:32).

Ketiga. Kristus, Raja yang tersalib menujukkan Dia yang solider, yang turut merasakan penderitaan manusia terutama kaum lemah, yang tidak berdaya dan diperdaya, yang tidak mampu bersuara dan dibungkam; kaum papa, yang miskin dan dimiskinkan. Dia bukan sekadar bersikap simpati dan empati. Dia melampauinya dengan penderitaan dan pengorbanan. Dalam bahasa Agus Salim, memimpin adalah menderita (leiden is lijden). Dirumuskan dalam formula Konsili Vatikan II, Dia ikut serta merasakan dan mengalami kecemasan dan kegelisahan kaum tertindas. Lebih dari itu, Dia mengantar mereka kepada kehidupan kekal. Sebab Dia adalah kebangkitan dan kehidupan itu sendiri (Yoh. 11:25.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More