
Ketika Enam Ritus Adat Manggarai Raya Warnai Momen Penerimaan Romo Sandy dan Frater Resi di Paroki Reo
Laporan Wall Abulat (Jurnalis Pojokbebas & Florespos & Penulis Buku)
Usai diterima secara adat tuak curu dan manuk kapu, Romo Sandy, Fr. Erik dan umat Watu Nggong diarak menuju Aula Paroki Reo.
Setiba di Aula Watu Nggong, tetua adat Watu Nggong David Geong memimpin acara Pau Wae Luu yang ditandai dengan doa secara adat Manggarai untuk para leluhur paroki Reo yang sudah meninggal dunia.
Selanjutnya, tetua adat Reo Fidelis Jerama dan Kanis Tamung membawakan acara adat caca selek, toi loce, dan acara adat poe.
Acara caca selek (mengganti pakaian) antara lain mengandung pesan bahwa tamu yang hadir sudah menjadi bagian dari keluarga Paroki Reo dan mereka sudah menjadi warga rumah paroki Reo.
Sementara acara toi loce atau kasi tikar mengandung pesan bahwa tuan rumah siap menerima rombongan untuk bermalam/beristirahat.
Sedangkan acara adat Poe (larang) mengandung pesan bahwa umat paroki Reo siap menampung mereka dan siap memenuhi umat Paroki Watu Nggong dan siap memenuhi segala kebutuhan ketika menginap di Reo.
