Di sini, saya hanya menyebut beberapa tulisan Ignas Kleden dari sekian banyak tulisannya yang menunjukkan sikap santun dan adabnya yang tinggi dalam memberikan kritik yang dimuat kompas. Alam Pikiran Kejahatan (Kompas 17/10/2015), Ekshibisionisme Sosial Politikus (Kompas 26/6/2013), Ilmu dan Politik Dalam Hitung Cepat (Kompas 21/7/2014), Oposisi dalam Politik Indonesia (Kompas 4/7/1998),Pemerintah Baru Masalah Lama (14/9/2014), Kabinet dan Beda Pendapat (Kompas 29/3/2016).
Saya sendiri mengenal nama Ignas Kleden karena dihubungkan dengan nama Leo Kleden, seorang imam SVD,yang mengajar filsafat di STFK Ledalero (kini ISTK). Filsafat yang diklaim sangat rumit menjadi sederhana dan memukau bila diajar Pater Leo Kleden.Mereka berdua, memang, bersaudara kandung yang sama-sama mengabdi di bidang pendidikan (sekali lagi hanya selingan).
Pengenalan saya akan sosok Ignas Kleden menjadi lebih cukup ketika mengikuti Sekolah Demokrasi tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) yang dipimpinnya sendiri. Waktu itu KID menyelenggarakan Sekolah Demokrasi selama tiga mulai tahun 2012-2014 di Kabupaten Manggarai Barat.