Hasil Sidang Sinode IV Sesi I Keuskupan Ruteng: Berziarah Bersama dalam Pengharapan; Beriman, Bersaudara, dan Misioner
19. Dalam dinamika pengaruh antarbidang pastoral, pastoral pewartaan (kerygma) tampil sebagai peletup pastoral. Pewartaan Sabda Allah yang kontekstual dan relevan memberi daya hidup bagi liturgi, memperdalam persekutuan umat, menata manajemen pastoral, dan pada akhirnya berbuah nyata dalam praksis diakonia. Temuan ini menegaskan bahwa iman yang lahir dari pendengaran akan Sabda (bdk. Rm 10:17) menjadi sumber dinamika seluruh kehidupan Gereja.
20. Survei juga menegaskan bahwa diakonia merupakan buah paling nyata dari penghayatan iman yang utuh dan sejati. Praksis diakonia paling efektif terjadi ketika didukung oleh manajemen pastoral yang transparan, partisipatif, dan kredibel. Dengan demikian, kesaksian iman Gereja semakin tampak nyata dalam keberpihakan kepada kaum kecil, lemah, dan rentan, sebagaimana diamanatkan Injil dan ajaran sosial Gereja.
21. Meskipun capaian Sinode III sangat menggembirakan, survei juga mencatat beberapa aspek yang belum sepenuhnya terwujud dan memerlukan pendalaman lebih lanjut. Aspek-aspek tersebut
terutama berkaitan dengan partisipasi umat dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi pastoral; transparansi dan fungsi manajemen pastoral; praksis pastoral ekologis; serta kualitas relasi, rasa aman, dan resolusi konflik dalam komunitas basis gerejawi. Temuan ini tidak dimaknai sebagai kegagalan, melainkan sebagai panggilan untuk pertobatan pastoral yang berkelanjutan.