Hasil Sidang Sinode IV Sesi I Keuskupan Ruteng: Berziarah Bersama dalam Pengharapan; Beriman, Bersaudara, dan Misioner

9. Dalam Bidang Inkulturasi, penghayatan Ekaristi dengan citarasa budaya Manggarai semakin
dirasakan bermakna dan menjamah umat beriman. Namun demikian, perlu dilanjutkan dalam refleksi kritis untuk menemukan kesepakatan terkait keselarasan atau ketidakselarasan antara iman Kristiani dan adat Manggarai (bdk. RM 52)

10. Pelayan Pastoral Terbaptis juga semakin terlibat aktif dalam perayaan liturgi. Namun, kapasitas teknis-liturgis para pelayan memerlukan pembinaan berkelanjutan demi semakin terwujudnya perayaan liturgi Ekaristi yang aktif, khidmat, dan penuh sukacita.

11. Senafas dan sejalan dengan gerakan Gereja sejagat, umat Allah Keuskupan Ruteng juga merayakan Tahun Yubileum 2025 dengan mengunjungi Gereja dan Gua Maria yang ditetapkan di seantero Keuskupan. Umat merasakan dan merayakan dengan penuh syukur momentum Tahun Yubileum ini sebagai Tahun Rahmat Tuhan yang menawarkan belas kasih Ilahi tidak terbatas dalam hidupnya.

12. Melalui Tahun Ekaristi Transformatif 2025 umat Allah Keuskupan Ruteng semakin bertumbuh
sebagai Gereja yang hidup dari Ekaristi. Ekaristi semakin menjadi sumber spiritualitas, pusat
persekutuan, dan daya penggerak perutusan Gereja. Inilah yang menjadi kairos, saat penuh rahmat
untuk mengawali refleksi dan ziarah bersama penuh pengharapan dalam Sinode IV tahun 2026 untuk menemukan dan merumuskan dalam tuntunan Roh Kudus arah dasar, strategi, dan desain pastoral Gereja Keuskupan Ruteng yang Beriman, Bersaudara, dan Misioner.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More