Hasil Sidang Sinode IV Sesi I Keuskupan Ruteng: Berziarah Bersama dalam Pengharapan; Beriman, Bersaudara, dan Misioner

Arah dan Proses Sinode IV
3. “Merayakan Sinode berarti berjalan di jalan yang sama, berjalan bersama” (Kotbah Pembukaan
Sinode Paus Fransiskus, Vatikan, 10 Oktober 2021). Langkah ini kami tapaki bersama Paus
Fransiskus, berawal dari perjumpaan dengan Yesus dan dengan sesama umat Allah, yang kemudian dilanjutkan dengan saling mendengarkan seluruh keprihatinan spiritual dan eksistensial dalam tuntunan Roh Kudus, menuju gerakan pembedaan Roh (discretio/discernment) demi menemukan arah dasar, proses dan desain program Sinode IV Keuskupan Ruteng sebagai Gereja yang Beriman, Bersaudara, dan Misioner dalam lingkaran 10 tahun ke depan, 2027-2036.

4. Oleh karena itu seperti dalam Sinode III, dalam Sidang Sinode IV juga diterapkan metode 3M:
Mendengar (Melihat), Menilai, dan Memutuskan. Pada tahap Mendengar (Melihat), para peserta
menjaring aspirasi umat dan menganalisis realitas pastoral melalui evaluasi implementasi Sinode III, menemukan isu strategis kehidupan sosial dan gerejawi yang aktual. Pada tahap Menilai, realitas tersebut ditimbang dalam terang Sabda Allah, Tradisi dan Ajaran Gereja, serta inspirasi antropologis, sosial, kultural, dan ekologis. Pada tahap Memutuskan, dirumuskan rekomendasi-rekomendasi pastoral sebagai dasar perumusan Arah Dasar Pastoral, strategi, dan desain program pastoral Gereja Keuskupan Ruteng agar semakin berakar pada Kristus, teguh dalam persaudaraan, dan giat kreatif dalam perutusan sebagai Gereja yang berziarah bersama dalam pengharapan.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More