Hasil Sidang Sinode IV Sesi I Keuskupan Ruteng: Berziarah Bersama dalam Pengharapan; Beriman, Bersaudara, dan Misioner

48. Kami meyakini ajaran Paus Benediktus XVI, bahwa “Manusia membutuhkan pengharapan yang dapat diandalkan, pengharapan yang lebih besar dari semua harapan kecil yang dapat ia bangun sendiri.” Lebih dari itu: “Pengharapan kristiani bersifat performatif: Ia bukan hanya berbicara tentang masa depan, tetapi mempunyai daya untuk mengubah hidup sekarang.” (Ensiklik Spe Salvi, 23).

49. Sejak awal kehadirannya di tanah Nucalale, Gereja Katolik berusaha menjadi sinar pengharapan bagi masyarakat. Melalui pendidikan, kesehatan, dan karya sosial-ekonomi, Gereja berusaha menghadirkan pembebasan nyata, sebagaimana diwartakan Yesus sendiri: “Roh Tuhan ada padaKu… Ia telah mengutus Aku untuk membebaskan orang-orang yang tertindas” (Luk 4:18–19). Panggilan dan perutusan ini tetap relevan dan mendesak kami ingin lanjutkan secara aktif dan kreatif di Keuskupan Ruteng tercinta ini.

Motto Sinode IV: Beriman, Bersaudara, Misioner
50. Dalam Sinode IV, kami dituntun dan bergerak dengan motto Beriman, Bersaudara, Misioner. Beriman berarti menumbuhkembangkan kehidupan yang sungguh berakar pada Tuhan—iman yang hidup, yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Seperti telah digarisbawahi dalam Sinode III, iman yang kami perjuangkan adalah iman yang holistik: yang menjamah seluruh aspek kehidupan umat—rohani dan jasmani, personal dan sosial, ekonomi dan budaya, bahkan relasi dengan alam ciptaan. Iman tidak boleh terkurung di dalam ruang ibadat, tetapi harus menjadi daya yang menghidupkan dan menggerakkan seluruh kehidupan.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More