Hasil Sidang Sinode IV Sesi I Keuskupan Ruteng: Berziarah Bersama dalam Pengharapan; Beriman, Bersaudara, dan Misioner
45. Dalam bidang tata kelola, kami menyadari bahwa transparansi dan akuntabilitas keuangan paroki merupakan ekspresi konkret sinodalitas. Oleh karena itu, kami berupaya agar pengelolaan keuangan paroki wajib berlangsung kolegial, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai kaidah publik, melalui tim yang kompeten, laporan berkala kepada umat, monitoring dan audit rutin, serta SOP yang jelas dan mengikat.
Gereja Berziarah dalam Pengharapan
46. Dalam konteks isu strategis sosial dan konteks sosiopastoral umat Allah di tanah Nucalale, kami berkomitmen untuk terus menjadi Gereja yang menenun dan merangkai pengharapan. Gereja ikut menanggung suka dan duka, kecemasan dan harapan manusia (bdk. GS 1). Sinode III menjadi Guru, dan Sinode IV menjadi tanda harapan baru bagi kami.
47. Dalam segala pergumulan hidup, bahkan dalam kehampaan diri, kami ingin membiarkan Yesus sendiri yang mengisi hidup kami, sebab Dia sendiri telah bersabda “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh 10:10). Rasul Paulus meneguhkan kami: Spes non confundit – pengharapan tidak mengecewakan (bdk. Rm 5:5). Barang siapa sungguh pernah menenun pengharapan dalam kasih Allah, ia tidak akan pernah berputus asa. Dari keyakinan iman inilah kami meretas Sinode IV ini dengan kidung pengharapan.