Hasil Sidang Sinode IV Sesi I Keuskupan Ruteng: Berziarah Bersama dalam Pengharapan; Beriman, Bersaudara, dan Misioner
37. Kami berdoa agar Roh Kudus membimbing seluruh proses Sidang Sinode IV ini, sebagaimana dahulu Dia menuntun sidang Sinode Perdana di Yerusalem (Kis 15). Kami mengamini keyakinan Paus Fransiskus bahwa Sinode adalah momentum berahmat untuk saling mendengarkan satu sama lain, tetapi terutama mendengarkan Roh Kudus.
38. Lebih dari sebuah sidang, kami mengakui dan berusaha untuk menghayati sinodalitas sebagai cara hidup (modus vivendi) dan cara kerja (modus operandi) Gereja, secara konkret dan konsisten dalam seluruh kehidupan pastoral paroki dan lembaga gerejawi. Sinodalitas bukan sekadar metode atau program, melainkan habitus gerejawi yang hendaknya menjiwai relasi, struktur, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan perutusan umat Allah Keuskupan Ruteng.
39. Dalam kehidupan paroki selama ini, kami ingin terus mengembangkan dan menghayati sinodalitas dalam berbagai bentuk konkret, antara lain melalui keterlibatan umat dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program pastoral; kehidupan KBG yang menumbuhkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian; praktik musyawarah dalam pengambilan keputusan; kehadiran pastoral bagi umat kecil, sakit, dan rentan; serta upaya transparansi dan pertanggungjawaban dalam tata kelola keuangan paroki.