Hasil Sidang Sinode IV Sesi I Keuskupan Ruteng: Berziarah Bersama dalam Pengharapan; Beriman, Bersaudara, dan Misioner
34. Etos dasar kehadiran Gereja di ruang publik adalah belarasa (compassio), yang menuntut bukan hanya tindakan karitatif, tetapi juga keterlibatan dalam etika publik dan transformasi struktur sosial yang melukai martabat manusia. Di tingkat nasional dan lokal, kami memandang bahwa tugas Gereja adalah menjalankan peran kenabian melalui pendidikan politik yang beretika, penguatan kaderisasi awam, pendidikan antikorupsi, pemberdayaan ekonomi umat, pendampingan pastoral bagi keluarga rentan, serta pengembangan pastoral ekologis melalui edukasi, aksi nyata, dan kerja sama dengan berbagai pihak.
35. Bersamaan dengan itu, kami menegaskan komitmen pribadi setiap umat untuk hidup jujur, sederhana, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta berani menjadi garam dan terang di tengah masyarakat. Dengan demikian, iman dan kewarganegaraan dihayati sebagai satu panggilan yang utuh, demi terwujudnya keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan di tanah Nucalale dan Indonesia.
Gereja Kontekstual Sinodal
36. Dalam refleksi Sinode IV Sesi I ini kami juga menemukan hakikat Sinode sebagai “jalan bersama” di dalam Kristus, karena Dialah jalan, kebenaran, dan kehidupan (Yoh 14:6). Seperti dahulu Dia berjalan bersama para rasul berkeliling sambil berbuat baik di wilayah Galilea menuju Yerusalem, demikian pula kami meyakini kehadiran-Nya dalam ziarah bersama di tanah Nucalale ini menuju Yerusalem surgawi (bdk. Mat 4:32; Kis 10:38). Kami berupaya agar semakin menjadi anggota tubuhNya yang kudus dan persekutuan umat Allah-Nya yang mesra.