Hasil Sidang Sinode IV Sesi I Keuskupan Ruteng: Berziarah Bersama dalam Pengharapan; Beriman, Bersaudara, dan Misioner

28. Kami menyadari bahwa krisis yang dihadapi, baik pada tingkat nasional maupun lokal, tidak muncul secara kebetulan, melainkan berakar pada penyebab yang bersifat struktural sekaligus kultural.

29. Dalam pengelolaan sosial-ekonomi, kami mencermati kecenderungan penarasian realitas yang tidak sepenuhnya mencerminkan kenyataan di lapangan, termasuk dalam penyajian data kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini berdampak pada kebijakan yang kurang berpihak pada kelompok rentan dan pada berkurangnya perlindungan sosial. Di tingkat lokal, kemiskinan dan pengangguran diperparah oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia, terbatasnya lapangan kerja, budaya konsumtif, serta mentalitas instan yang mendorong orang mencari jalan pintas melalui judi online dan pinjaman berbunga tinggi.

30. Dalam bidang politik, tingginya biaya politik, lemahnya pengawasan, mentalitas tidak jujur,
ketergantungan pada pemerintah pusat, sempitnya cara pandang kesukuan, pembungkaman media, serta apatisme masyarakat melemahkan kualitas demokrasi dan partisipasi publik.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More