
Hadiri HUT-50 SKKUI, Chairul Tanjung Ungkap Alasan Kuliah di UI
Jakarta, Pojokbebas.com — Chairman CT Corp Chairul Tanjung (CT) turut hadir pada acara peringatan HUT-50 Surat Kabar Kampus UI (SKKUI) Salemba yang digelar di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).
Pada kesempatan ini, CT membeberkan mengapa dirinya memilih kuliah di Universitas Indonesia (UI).
Ia menyampaikan bahwa dirinya kuliah di UI bukan semata mengejar gelar akademik, tetapi lebih karena tertarik untuk menjadi aktivis mahasiswa.
Keputusan itu, lanjut dia, termotivasi setelah bacaan dua buku pledoi yang ditulis tokoh pergerakan mahasiswa era Orde Baru kaka itu.
“Saya masuk UI itu karena membaca dua buku yang dikarang oleh dua orang yang hadir di depan saya ini,” kata CT di hadapan peserta lainnya.
Ada pun tokoh-tokoh lain yang hadir dalam acara ini antara lain Prof. Dr. Lukman Hakim, Dr. Dipo Alam, Ir. Heri Akhmadi, Drs. Saur Hutabarat, Ir. Harun Al-Rasyid, Prof. Dr. Ikrar Nusa Bakti.
Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, Menkokumham Imipas dan DR. Chairul Tanjung, Chairman CT Corp menjadi pembicara kunci dalam acara ini.
CT melanjutkan, dua buku pleidoi tersebut ditulis oleh Lukman Hakim dan Heri Akhmadi, yang ditangkap pada masa rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto.
Keduanya kemudian menuliskan pledoi sebagai bentuk pembelaan di hadapan pengadilan.
CT menyebut buku karya Lukman Hakim berjudul ‘Kudengar Indonesia Memanggil: Pledoi Dihadapan Pengadilan Mahasiswa’, sementara Heri Akhmadi menulis ‘Mendobrak Belenggu Penindasan Rakyat Indonesia’.
Menurutnya, dua buku pleidoi itu membulatkan tekadnya untuk kuliah di UI.
“Itu yang menginspirasi saya niat saya untuk masuk UI. Walaupun gitu itu fakultas apa pun yang penting masuk UI. Karena tujuannya bukan lulus jadi sarjana tapi lulusannya adalah jadi aktivis mahasiswa,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pengalaman tersebut juga ditulisnya dalam buku biografinya yang bertajuk ‘Si Anak Singkong’.
Kedua tokoh itu, Lukman Hakim dan Heri Akhmadi, ia kagumi atas pembelaan yang mereka sampaikan melalui pledoi.
“Itu hal yang menjadi berkesan dan saya tulis juga dalam memoar saya dalam buku Si Anak Singkong,” kata CT.
Dalam kesempatan sama, CT menyampaikan harapannya agar mahasiswa UI saat ini mampu membangkitkan kembali semangat pergerakan mahasiswa dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman.
Ia menilai pemanfaatan media sosial dapat menjadi sarana baru bagi jurnalisme dan aktivitas mahasiswa.
“Mahasiswa harus dipersiapkan pola pikirnya, pola tindaknya, semangatnya, daya juangnya. Karena merekalah yang akan memimpin bangsa kita ke depan,” ujarnya.
Sekadar diingat, CT lulus dari SMA Boedi Oetomo pada 1981 dan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.
Meski tidak menuntaskan pendidikan tersebut, CT sukses membangun usaha yang berkembang menjadi CT Corp.
Dalam sejarah kampus, CT juga dikenal sebagai Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia terakhir, sebelum struktur organisasi kemahasiswaan mengalami perubahan.