Di Bawah Sinar Fajar: Pelajaran Venezuela untuk Indonesia

Oleh Pascual Semaun, Misionaris Serikat Sabda Allah, tinggal dan bekerja di Paraguay, Amerika Latin

Bayang-bayang sejarah melintas,
menggurat luka, menabur harap.
Suara diam institusi berbisik,
tentang kekuasaan yang lupa akal nurani.

Di lorong-lorong kota dan gedung-gedung tinggi,
keheningan menjadi saksi bisu.
Loyalitas menggantikan keadilan,
dan hukum terselubung topeng kekuasaan.

Namun fajar tak pernah menipu,
cahaya menembus kabut kebisuan.
Trauma politis adalah pelajaran,
harapan adalah kekuatan yang tak mati.

Bangsa yang menoleh pada sejarahnya
akan menemukan jalan untuk bangkit.
Nurani yang hilang dapat kembali,
dan kedaulatan bukan sekadar simbol,
tetapi hakikat yang melindungi rakyat.

Di bawah sinar fajar kita berdiri,
bersama pertanyaan dan jawaban yang menunggu.
Belajar dari luka, memelihara harapan,
membangun kembali bangsa yang bermartabat. ***

 

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More