Dari Reo untuk Bumi: Potret Antusiasme Siswa SMAS St. Gregorius Perangi Plastik Lewat Kokurikuler Literasi
Oleh GregoriusAmbot,S.Pd,Gr (Guru SMAS St. Gregorius Reo)
Ia menambahkan sebuah pesan tegas, “Mari kita semua menjaga bumi dari sekarang. Lindungi bumi dari sampah plastik.”
Senada dengan Dini, Bela Madar, siswa lainnya, mengaku “tertampar” oleh realitas yang ia temui.
“Dulu saya sering buang sampah sembarangan tanpa pikir panjang. Tapi setelah melihat dampaknya langsung lewat kegiatan ini, kebiasaan saya berubah. Saya jadi jauh lebih peduli lingkungan,” ucap Bela.
Tumpukan botol bekas dan kemasan plastik itu tidak lagi dilihat sebagai onggokan sampah tak berguna di sekitar lingkungan sekolah dan beberapa Lokasi diseputran Reo hari ini. Di tangan para siswa, sampah-sampah plastik itu berubah menjadi objek studi, bahan diskusi, dan titik awal pencarian solusi.
Dampak positif dari kegiatan ini sangat nyata kami rasakan. Lingkungan sekolah dan beberapa lokasi pengamatan kami di Reo kini menjadi jauh lebih bersih dan nyaman tanpa sampah plastik,” ungkap Aurel dengan penuh kebanggaan.
Ia pun menaruh harapan besar pada keberlanjutan aksi ini. “Semoga kesadaran teman-teman siswa terus tumbuh. Lebih dari itu, saya berharap gerakan ini bisa berdampak luas, menggugah kesadaran seluruh masyarakat agar berhenti mencemari lingkungan dengan plastik,” tambahnya.