
Bupati Roby Idong dan Ratusan Kepala Desa di Kabupaten Sikka Berkomitmen Atasi Stunting dalam Tenggang Waktu 180 Hari
Penguatan 8 Aksi Stunting
Sementara Pejabat yang mewakili Kepala Bapelitbangda Provinsi NTT Bonavantura Taco, S.Pd dalam materinya bertajuk “Kebijakan Strategi Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTT antara lain menjelaskan strategi percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT dengan melakukan beberapa terobosan di antaranya penguatan 8 aksi stunting yang meliputi analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting,
peraturan bupati/walikota tentang peran desa, pembinaan KPM, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting; dan reviu kinerja tahunan.
Bonavantura Putra Kelahiran Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai ini juga menyebut upaya-upaya konkret yang dibutuhkan ke depan yakni komitmen pemerintah, baik provinsi, kabupaten/kota dan emerintah desa terus didorong dalam upaya percepatan penurunan stunting; konvergensi dan sinergisitas berbagai pihak dalam memberikan intervensi, baik spesifik maupun sensitif terus dibangun secara baik dalam rangka percepatan penurunan stunting; peningkatan jumlah dan kualitas SDM bidang kesehatan (khususnya tenaga gizi terus didorong); penyediaan alat terstandar (antropometri) terus
ditingkatkan jumlahnya dan dapat didukung pembiayaan melalui desa; cakupan bayi dan balita yang diukur dan ditimbang terus didorong melalui aparat desa agar D/S (% balita ditimbang) terus meningkat sehingga status gizi anak dapat terpantau dan dapat diberikan intervensi dini secara tepat demi pencegahan stunting; dan kehadiran Perpres No. 72 Tahun 2021 memberikan semangat baru dalam percepatan penurunan stunting dengan memberikan penguatan peran lebih kepada BKKBN/KB dengan memberikan tugas dan tanggung jawab untuk mengawal dan memastikan pelaksanaan 6 indikator stunting di mana tetap harus
berkolaborasi dengan Tim yang sudah ada.