Biasa-Biasa, eh Ternyata Luar Biasa; untuk Sahabat Ipran, Fransiskus Borgias

Oleh Gerard N. Bibang, alumnus IFTK Ledalero, pernah bekerja di Deutsche Welle di Koeln dan Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum, sekarang tinggal di Jakarta.

Dedaunan Berserakan

Ipran, saya cukupkan dulu cerita ini. Saya berjanji untuk bercerita lebih banyak di kesempatan lain, terutama tentang masa kecil kita hingga pengalaman kita di Belanda.

Saya menceritakan ini bukan untuk menarsiskan diri, te co’on ta Ipran, tu’a mose gho ge (=untuk apa lah Ipran, kita ini sudah tua), dan saya tahu juga kau tidak suka makan puji.

Tapi saya harus menuliskannya terutama sebagai pengingat bagi diri saya sendiri dan mungkin bagi kami teman-teman masa kecilmu, mumpung kami masih diberi waktu tersisa untuk meneruskan perjalanan di dunia ini, entah sampai kapan.

Sampai jumpa di surga! Teriring doaku ini:

Hanyalah kuncup-kuncup dan dedaunan kering-lah kita
Berserakan dalam serpihan di tengah hamparan tak bertepi
Batang dan tangkainya entah ke mana
Pasti bertaburan tak karu-karuan, menjulur dan menyisir
Tapi adalah cinta dan kasih sayang-lah yang menentukan nilai serpihan-serpihan itu
Untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan sejauh-jauh langkah merengkuh
Menuju kasih nan abadi
Itu buktinya, DIA telah ber-inkarnasi***

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More